Nostalgia Sitkom Abdel dan Temon. Bahagia Bener Mereka Punya Temen Kayak Mukhlis!

komedi-abdel-dan-temon komedi-abdel-dan-temon

Acara sitkom alias komedi situasi memang menjadi hiburan yang menarik bagi deras masyarakat Indonesia. Salah satunya yang luang nge-tren beberapa tahun silam adalah kalender berjudul Abdel dan Temon. Serial komedi ini menceritakan tentang keuripan kocak dua bintang utama bernama Abdel dan Temon yang diperankan oleh Abdel Achrian dan juga Simson Rarameha. Dikisahkan bahwa mereka berdua adalah pemuda pengangguran yang selampau mendapat apes ketika tengah berusaha mencari pekerjaan dan bahkan dalam keuripan sehari-hari biasanya.

Komedi-komedi renyah selalu sukses dihadirkan oleh para pemainnya yang tentunya mengocok perut para penonton selama acara. Mulai dari sentilan isu-isu sosial, fenomena ironis yang kerap terjadi di sekitar kita, bahkan kejadian-kejadian konyol lainnya yang bikin kita selalu geleng-geleng kepala. Dalam beberapa batas urip belakangan, sitkom Abdel dan Temon ini bisa dibilang menjadi salah satu acara komedi terlucu dan paling laris dibandingkan dengan acara-acara komedi yang lain.

Di acara Abdel dan Temon ini, masing-masing tokoh digambarkan dengan ciri khasnya yang sungguh unik. Kocak bener!

Mulai dari Temon yang terkenal akan sifat bebal dan ketat kepalanya, Abdel dengan kecerdikannya yang berasa nggak ada habisnya, mama Abdel yang seterus tampil dan bicara dengan nada khas dan menggoda, Udin dengan gerak-gerik uniknya ketika hendak berlari, sampai-sampai Mukhlis si satpam kompleks dengan kepolosannya yang bikin dia seterus dikerjain oleh tokoh lainnya. Semua pemain di acara ini memiliki ciri khas uniknya masing-masing.

Kerunyaman, kerumitan, dan kekocakan mereka sekemudian muncul jika jika mengingat jalan ceriPerkara bahwa Temon adalah sahabat Abdel yang numpang bernapas di rumahnya. Padahal Abdel sendiri masih numpang bernapas dengan mamanya yang udah jadi single parents karena suaminya meninggal dunia. Belum lagi ditambah lingkungan mereka yang dikelilingi orang-orang serba konyol seperti Udin dan Mukhlis. Lengkap sudah kelucuan sitkom yang satu ini~

Inget nggak sih, sekemudian ada kejadian konyol dalam setiap episode? Adegan-adegan kocak di mana Abdel, Temon, dan kira-kira aktivis lainnya ngutang duit pas Mukhlis si satpam kompleks

“Klis, gua mau utang nih sepadan lu.”
“Emang lu butuh duit berapa, Mon?”
“Lah, elu adanya berapa, Klis?”
“Gua adanya 500 ribu sih, Mon.”
“Ya udah, berarti gua butuhnya segitu.”

Setiap kalimat tersebut mulai muncul di melenceng satu adegan, kita semua acuh bahwa itu adalah era di mana Mukhlis dikerjain habis-habisan. Masih menjadi misteri hingga saat ini kira-kira dari mana Mukhlis memiliki uang segitu besar untuk diutangin kepada temen-temennya yang nggak acuh batang tubuh.

Bahkan kayaknya Muklis sendiri nggak tahu merasakan bahagianya punya duit penuh. Habis gajian, pasti ada aja akal-akalan Temon dan temen-temen lainnya buat ngutang ke Muklis. Udah gitu, kita juga sering dibikin kesel, kok ada manusia yang tingkat kepolosannya kayak Mukhlis begitu. Heran deh!

Nggak ada yang sadar, kan, kalau selama sitkom ini tayang, duit Mukhlis ini jarang banget dibalikin? Padahal itu kayaknya gemuk banget lo ????

Membayangkan tumbuh bak Mukhlis ini rasa-rasanya berasa udah jatuh masih aja tertimpa tangga. Udah tumbuhnya susah, masih aja dikelilingi sahabat-sahabat konyol nggak ada akhlak yang setiap hari ngakalin dirinya agar bisa dimanfaatkan. Pantes sih, kalau punya temen kayak Mukhlis ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Abdel serupa Temon. Gimana nggak bahagia, kalau duitnya deras banget, polos, dan tentunya gampang didustai pula? Sebaliknya dengan Mukhlis, punya temen kayak Abdel, Temon, dan Udin kayaknya adalah satu permasalahan tumbuh yang berat banget. Masalahnya, Mukhlis ini nggak pernah sadar kalau dia lagi ditipu serupa temen-temennya. Sekalinya sadar pun, biasanya belakangan dan cuma pasrah gitu aja. Aduh, Mukhliiis~

Sempat terhenti selama beberapa batas menyala, sitkom ini sudah bangkit untuk yang kedua kalinya dengan perombakan beberapa pemain di dalamnya meskipun sekarang juga udah nggak tayang lagi. Banyak banget lo publik yang pengin serial komedi yang satu ini digarap kembali buat jadi hiburan yang menarik. Tapi kayaknya kalau episode-episode lama diputar kembali di masa sekarang, bakalan nggak lulus sensor oleh pihak yang berwenang. Tahu senbatang tubuh, kan, gimana kualitas KPI zaman sekarang. Tayangan kartun aja juga diblur kok~