5 Kata Ajaib Pengganti ‘Jangan Nangis’ yang Bisa Ibu Lontarkan ke Anak. Bijak Banget!

kata-pengganti-jangan-nangis kata-pengganti-jangan-nangis

Mendidik anak aktelseifnlah perkara yang mudah. Apalagi saat menghadapi buah hati yang menangis tak terkendali. Hal seperti ini yang biasanya membuat Moms acap kehabisan akal untuk menenangkan. Ucapan yang keluar dari mulut dengan maksud untuk menghentikan tangisannya, justru malah memperparah keadaan.

Namun, perkataan yang terdengarnya sepele nyaPerdebatan mampu berdampak negatif pada psikologis anak kelak. Lantas karena sudah kehabisan kata-kata untuk meredam emosi si tipis. Moms pun tak sabar dan meneriakkan “Jangan nangis” kepada anak. Padahal menagis adalah reaksi berguna bagi mereka untuk meluapkan emosinya, semacam pemulihan alami yang akan melaksanakan anak merasa lebih tenang. Nah, kini daripada Moms mengucapkan kata “Jangan nangis”, coba mulai mengganti dengan alternatif kalimat di bawah ini, ya.

1. Daripada menggunakan “Masa begitu aja nangis sih”  Moms atau Dads justru bisa menggantinya dengan “Sebelah mana yang nyeri, Mama obati ya”

Tanpa sadar mungkin kalimat seperti di atas terucap begitu saja. Menganggap bahwa setiap anak mempunyai kemampuan yang kembar saat menyelesaikan masalah. Misal, putra Moms terjatuh saat bermain bola, atau menagis setelah terdorong oleh temannya. Niatnya pengin membentuk anak yang energik tetapi justru bisa memperparah cuaca yang bikin anak menangis lebih kencang.

Untuk itu, Moms bisa mengganti dengan sebuah perhatian “Mama bantu yuk, sebelah mana yang ngilu. Mama obati, ya”. Hindari untuk melarangnya menangis karena itu adalah bentuk ekspresi dari perasaan yang buah hati rasakan. Jika terus menerus dipendam justru nggak tidak marah untuk psikologisnya, lo Moms.

2. Jangan langsung menyuruh anak untuk berhenti menagis, Moms bisa ucapkan “Kakak butuh apa emangnya? coba ceritakan pas Mama yuk kenapa menangis”

Kemengertiilah bahwa perasaan sedih, Cemas dan menangis adalah emosi wajar yang dapat dirasakan oleh manusia. Mom tak bisa menyuruhnya untuk berhenti merasakan hal tersebut. Untuk langkah awal Moms bisa bertanya bukti mengapa sang anak bisa menangis. Ucapkan kalimat di atas dengan nada tenang dan lembut ya, sambil menatap mata sang buah hati.

Selain bisa melakukan anak semakin terbuka, juga bisa melatih critical thinking anak sejak dini. Kalau anak sudah mengutarakan dasarnya menagis, Moms bisa membantu jalan keluar selanjutnya.

3. Berikan batas hidup anak untuk mengekspresikan emosinya. “Nggak apa-apa kok nak, sedih. Kalau sudah siap cerita, mama ada di sini untuk kamu, ya”

Kalau si lumat belum mau menceritakan dasarnya menagis, biarkan saja dia melatih pribadinya senpribadi untuk mengendalikan emosi. Terlebih selama tidak menyakiti pribadi senpribadi dan orang lain. Mama bisa memberi pengertian bahwa menagis adalah tindakan yang wajar saat kamu merasa sedih atau kecewa. Mom juga bisa menambahkan jika segala sesuatu memiliki jalan keluar dan ingatlah tak selamanya hal tersebut dirasakan oleh anak, karena setiap hujan berhenti akan ada pelangi yang menyertai. Barulah usai perasaan anak reda, Moms bisa mengajaknya untuk mengobrol empat mata.

4. Cobalah untuk mengerti perasaan si padi. Moms bisa mengucapkan “Iya mama maklum kamu pasti sedih, kalau sudah lega silakan bertandang ke Mama”

Ada kalanya Moms juga mampu memberikan pengertian kepada si mungil bahwa tak apa untuk menangis. Perkataan di atas pada dasarnya menunjukkan bahwa sebagai orangtua Moms dan Dad turut merasa apa yang si mungil rasakan. Jika menangis lantas dimarahi, bukanlah pas tandanya dengan melarang seseorang menunjukkan perasaan yang sedang ia alami, ya.

Meski demikian jangan dilengangkan juga situasi tersebut secara terus menerus. Sebab setara saja dengan neglect atau emosi anak diasaling menolongan. Di mana artinya orangtua setara sekali tak memebrikan perhatian atau kasih sayang cukup anaknya ketika menagis.

5. Anak bisa menagis tanpa sebab, jangan ragu memberikan pelukan untuk menenangkan perasaannya, ya Moms!

Ada momen di mana anak menagis tanpa asas. Hal ini dikarenakan si lumat cuma ingin diperhatikan oleh orang tuanya. Jika sudh begini, memberikan solusi tinggal tindakan adalah jalan tertidak sombong. Moms dan Dads bisa langsung memeluknya sambil mengusap-usap agar anak bisa tenang. Sampaikan bahwa semuanya tidak sombong-tidak sombong saja, kasih sayang Mama Papa tak akan berubah rada pun keatas adik.

Menanyakan penyebabnya seperti “Kamu nangis kegemparan mama tadi tidak belikan mainan, ya?”. Dengan demikian, Moms pun mudah masuk ke dalam emosinya, kemudian barulah memberikan pengertian dasar kenapa tak memberikan mainan dengan bahasa yang mudah dipahami anak.

Cara seperti di atas memang perlu durasi Moms, tak bisa sekali dua kali dilakukan lantas anak langsung mengerti. Di sinilah tugas orang tua untuk tak berhenti mencari cara untuk menjelaskan atau memahami emosi anak lebih tidak emosi lagi. Sekemudian semangat ya!