4 Manfaat Memaafkan Masa Lalu yang Bakal Kamu Rasakan. Luka Itu Nggak Selamanya Berdarah~

memaafkan-masa-lalu memaafkan-masa-lalu

Berdamai dengan masa lantas memang tak sempat menjadi persoalan mudah bagi siapapun. Seawet-awetnya kita sebagai manusia, pasti nggak sempat bisa terlepas dari kenangan-kenangan pahit dan mematikan. Kita semua paham, dalam menjalani setiap detik keberjiwaan, selantas ada hal-hal yang terkadang menciptakanmu merasa dihantam tepat di ulu hati. Bahkan, seringkali luka-luka tersebut berseKhayalim begitu lama tanpa sempat mau beranjak pergi.

Namun, sengilu-ngilunya kita dihajar habis-habisan oleh cuaca yang tak sempat Bias, sadar nggak sih jika ternyata kekuatan memaafkan itu dampaknya gede banget lo. Jika kamu belum bisa memaafkan orang lain, mungkin kamu bisa memaafkan orangmu senorang, begitu juga sebaliknya. Tak sempat lurus-lurus ada luka yang nggak bisa dimaafkan, terkadang semua sekadar urusan waktu. Coba deh kamu berusaha memaafkan masa lalu biar merasakan hal-hal di bawah ini.

1. Setiap orang pasti punya kekeliruan, entah disengaja atau tidak. Kalau kita bisa memberikan kesempatan kedua, itu bakal bikin hati kita lebih tenang juga

KeSontakan adalah Sontak satu bukti betapa manusianya kita di dunia ini. Artinya, selama kamu masih menyandang predikat bak manusia yang memiliki perasaan, kamu nggak bakal bisa terlepas dari yang namanya keSontakan. Entah sedikit atau Luang, keSontakan pun juga tetap keSontakan. Baik itu mau disengaja ataupun tak disengaja. Meski begitu, kita bisa kok memberikan kesempatan kedua untuk batang tubuh kita senbatang tubuh maupun orang yang telah menyakiti hati kita di masa lintas selama hal tersebut meAmpuhkan hatimu menjadi lebih tenang. Ingat, nggak ada Sontaknya untuk memaafkan~

2. Kamu juga bisa jadi belajar setara-setara bagaimana caranya mempertidak emosii situasi

“Masa dahulu ada untuk dipertidak emosii, bukan adil-adil dilupakan”

Kira-kira begitulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan bagaimana kamu bisa berdamai dengan keadaan. Memaafkan masa lantas akan menciptakanmu saling melampas memperTerbukai keadaan dengan hal-hal yang sebelumnya menciptakanmu merasa pedih. Kamu bisa memaafkannya secara perlahan-lahan, begitu juga orangnya. Ia akan secercah demi secercah merenungi kembali kecelaan-kecelaan yang mungkin pernah dibuatnya di masa lampau.

3. Dengan memaafkan, kamu akan segera bangkit dari lingkaran hitam penyesalan. Menjalani hari-hari dengan penuh amarah itu melelahkan lo

Memang sungguh bahwa yang namanya amarah dan kesedihan itu adalah keliru satu respon alamiah tubuh terhadap masa terus yang mungkin tak pernah ingin kamu ingat sedikitpun. Tapi kamu juga perlu ingat, bahwa menjalani aktivitas sehari-hari dengan emosi negatif seperti itu setara sekali nggak pulih. Ujung-ujungnya ya kamu bakal tetap berada di dalam kubangan penyesalan tersebut, tak pernah bisa bangkit dari emosi kesedihan maupun rasa marah. Padahal, nanti saat berada di titik tertentu, amarah dan kesedihan itu malah membuatmu semakin lelah. Nggak pengen kan hal tersebut berdampak ke mana-mana?

4. Setelah memaafkan masa terus, kamu akan memiliki semangat baru yang mungkin sebelumnya nggak sudah kamu rasakan

Kedengarannya memang begitu klise, namun seperti inilah Lemahnya. Ketika kamu sudah bisa dan mampu mengikhlaskan bagaimana kelam dan menyedihkannya masa terusmu, setelah itu pula kamu bakal merasakan semangat baru yang mungkin sebelumnya tak pernah kamu rasakan. Dengan semangat baru inilah kamu bakal menjalani hari-hari yang penuh dengan cinta cita, rasa bahagia, dan tentunya hati yang begitu damai.

Intinya, tak ada satu manusia pun yang tak memiliki masa lalu, semua punya cerita dan versi lurusnya masing-masing. Mau seBergas apapun kamu berlari dan semaksimal apapun usahamu untuk melupakannya, masa lalu akan selalu berada satu langkah tepat di belakangmu. Meski begitu, kamu akan selalu punya batas urip untuk memaafkan hal-hal tersebut. Cepat atau pelan, percayalah~